Mudah untuk mendukung suatu gagasan. Lebih sulit untuk menghidupinya. Sageokrasi bukan hanya suatu proyek warga — suatu arsitektur kelembagaan, suatu daftar, suatu visi pemerintahan. Ia juga adalah suatu arah hidup. Dan arah ini selalu dimulai dengan pertanyaan yang sama: apakah saya sudah menghidupi, dalam pilihan-pilihan sehari-hari saya, apa yang saya katakan saya inginkan bagi dunia?
Artikel ini adalah undangan untuk pertanyaan ini. Bukan suatu tuntutan — sebuah undangan. Karena koherensi antara apa yang dipercayai dan apa yang dilakukan bukanlah syarat untuk masuk ke dalam gerakan ini. Ia adalah cakrawala kerja, sepanjang usia hidup.
Mulai dari diri sendiri
Gerak pertama Sageokrasi bersifat batin. Sebelum pendaftaran, sebelum komitmen publik, sebelum partisipasi dalam bentuk aksi kolektif apa pun, ada suatu pertanyaan yang sederhana: apakah saya mengakui enam prinsip ini sebagai milik saya? Bukan sebagai cita-cita abstrak yang saya patuhi secara intelektual — melainkan sebagai arah-arah yang ingin saya biarkan membimbing pilihan-pilihan nyata saya, dalam kehidupan nyata saya.
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang salah. Tetapi ia memiliki jawaban yang jujur. Dan kejujuran inilah yang melandasi mutu komitmen. Suatu pendaftaran dalam daftar para Sageokrat baru memiliki nilai — bagi diri sendiri, bagi gerakan, bagi dunia — jika ia sesuai dengan sesuatu yang nyata dalam kehidupan orang yang melakukannya.
Mulai dari diri sendiri bukan berarti menjadi sempurna. Ia berarti jujur tentang di mana posisi kita saat ini, dan memutuskan bahwa arah ini layak diikuti — bahkan secara tak sempurna, bahkan secara bertahap, bahkan dengan tahu bahwa kita tak akan pernah sepenuhnya koheren dengan nilai-nilai kita sendiri.
Koherensi sebagai praktik sehari-hari
Koherensi bukanlah suatu keadaan — ia adalah suatu praktik. Ia tidak diperoleh sekali untuk selamanya. Ia dibangun kembali setiap hari, dalam puluhan keputusan kecil yang tampak tak penting dan yang, jika diakumulasi, menentukan siapa diri kita yang sesungguhnya.
Apa artinya itu secara konkret? Itu bergantung pada masing-masing orang. Bagi yang satu, itu akan berupa pilihan konsumsi — makanan, pakaian, energi — yang selaras dengan kesadaran akan saling ketergantungan yang disebut Sageokrasi sebagai sintoni. Bagi yang lain, itu akan berupa suatu cara untuk berada dalam hubungan-hubungan profesionalnya — mengatakan apa yang benar alih-alih apa yang nyaman, menolak ikut serta dalam dinamika persaingan yang merusak, memilih kerja sama di mana persaingan akan lebih menguntungkan secara langsung.
Bagi yang lain lagi, itu akan berupa suatu cara untuk berbicara — atau untuk berdiam diri. Untuk tidak memberi bahan bakar pada wacana-wacana yang memecah belah, untuk menahan godaan kemarahan yang murah, untuk memilih kecermatan ketimbang penekanan yang berlebihan. Gerak-gerak ini tampak kecil. Mereka tidaklah kecil. Merekalah yang membangun, atau merobohkan, budaya tempat suatu proyek seperti Sageokrasi dapat atau tidak dapat berakar.
Keselarasan sebagai cakrawala
Keselarasan — antara apa yang dipercayai, apa yang dikatakan, dan apa yang dilakukan — adalah prinsip ketiga Sageokrasi. Ia juga yang paling sulit dicapai dan paling mudah hilang.
Ia sulit dicapai karena tekanan-tekanan yang mendorong kita menuju ketidakkoherenan itu terus-menerus dan sering kali sah: kelelahan, kendala-kendala material, kompromi-kompromi yang diperlukan dalam suatu kehidupan sosial dan profesional yang nyata. Kita tidak dapat sepenuhnya selaras dalam suatu dunia yang tidak selaras. Bukan itu yang dituntut Sageokrasi.
Apa yang ia tuntut — dan apa yang ia tawarkan, sebagai imbalannya — adalah suatu arah. Suatu kompas batin yang dapat kita rujuk kembali ketika kita telah menjauh, tanpa rasa bersalah yang katastrofis, tanpa pendramatisasian. Sekadar suatu kembali yang tenang ke pertanyaan: apakah apa yang saya lakukan di sini koheren dengan siapa yang saya ingin jadi? Dan jika tidak: apa yang ingin saya lakukan dengan pengamatan ini?
Keselarasan sebagai cakrawala berarti kita tak pernah mencapainya sepenuhnya — tetapi kita mendekatinya, dengan sabar, dalam suatu gerak yang tak memiliki ujung tetapi memiliki suatu arah.
Apa yang diubahnya dalam perbuatan pendaftaran
Ketika seseorang mendaftarkan diri ke daftar para Sageokrat dari perspektif batin ini, perbuatan itu berubah kodratnya. Ia tak lagi sekadar suatu gerak warga — satu suara di antara yang lain dalam suatu daftar dunia. Ia adalah suatu perbuatan kesaksian atas diri sendiri: saya ada di sini, saya berupaya menghidupi arah ini, dan saya ingin hal itu diperhitungkan.
Ini bukan kesombongan — ini adalah tanggung jawab. Tanggung jawab untuk tidak membiarkan keyakinan-keyakinan kita tetap menjadi pribadi ketika mereka memiliki relevansi publik. Tanggung jawab untuk berkontribusi, sekalipun secara sederhana, pada pembangunan suatu massa kritis orang-orang yang hidup secara berbeda dan menyatakannya secara formal.
Dimensi batin dari pendaftaran ini tidak menggantikan dimensi warganya. Ia memperkayanya. Ia menjadikan perbuatan itu sesuatu yang penuh — bukan suatu gerak simbolis yang kosong, melainkan ungkapan suatu komitmen yang dimulai dari dalam dan terbentang ke luar.
Arah sebagai kompas
Sageokrasi tidak menjanjikan bahwa segalanya akan membaik jika cukup banyak orang mendaftarkan diri. Ia tidak menjanjikan bahwa lembaga-lembaga akan berubah pada suatu tanggal yang pasti. Ia tidak menjanjikan bahwa dunia akan berbeda dalam sepuluh tahun — atau dalam seratus tahun.
Apa yang ia tawarkan adalah suatu arah. Suatu cara untuk melalui zaman saat ini — dengan krisis-krisisnya, percepatan-percepatannya, kekecewaan-kekecewaannya — tanpa larut dalam sinisme atau kecemasan. Suatu cara untuk tetap terlibat ketika tak ada yang menjamin keberhasilan. Suatu cara untuk menemukan makna dalam perbuatan itu sendiri alih-alih dalam hasil-hasilnya.
Cara ini bukanlah hal baru. Ia ada di jantung semua tradisi kebijaksanaan yang telah menyertai umat manusia dalam momen-momen transisinya. Apa yang baru adalah memberinya suatu bentuk warga — suatu daftar, suatu peta, suatu arsitektur kelembagaan — yang memungkinkan kebijaksanaan yang tersebar ini menjadi suatu kekuatan kolektif yang terlihat.
« Sageokrasi tidak dimulai ketika lembaga-lembaga berubah. Ia dimulai ketika Anda memutuskan untuk hidup secara berbeda — dan menyatakannya. »
Artikel ini adalah yang kedelapan belas dari sageocracy.org. Artikel-artikel baru terbit secara teratur — setidaknya satu setiap bulan. Untuk bergabung dengan gerakan ini, kunjungilah halaman pendaftaran.